Cerita Damai
For you and for me the highest moment, the keenest joy, is not when our minds dominate but when we lose our minds, and you and I both lose it in the same way, through love.
Anaïs Nin (via misswallflower)
heartless</3

heartless</3

akhir?

pagi ini begitu sunyi

bising suara air seakan mengerti arti duka cita

suara asing yang biasa ada pun, bisu.

ini hening? atau hanya sayap yang lagi-lagi patah?

aku meniru burung yang terbang tanpa sayap berkembang

meniru kucing yang tetap berlari dengan kaki rusak

sakitkah? tidak terlalu. aku terbiasa sebelumnya.

cerita ini munafik. aku belajar ikhlaskan.

kamu tau ikhlas? aku bermakna lain.

aku muak, bahkan tak ingin pergi.

oh ya, matahari terik dan menusuk kulit menurutmu?

pagi ini dia bahkan berduka.

bentuknya acak, lalu? ya, tak berpancar.

seperti aku ya? Bohong jika tidak.

aku hanyalah batu yang hancur karna debu.

debu yang hilang saat hujan datang

intinya aku tidak pernah benar-benar rasakan.

Tuhan marah? apa maksudnya?

beri aku pelajaran yang lebih mudah.

agar tidak hujan, dan basah lagi.

akhir?

iya, bahkan tidak sama sekali dimulai.

-miu

</3

entah hari ini bagaimana

aku remuk

aku hancur seiring terik

cuacanya meredup, namun hatinya gersang

adakah salah dalam hadirnya?

mengapa di pertemukan bila hanya untuk berpisah?

tidakkah ini percuma Wahai Pemilik Alam?

pintaku hanya ingin burung terus menari

awan terus putih, dan langit tetap biru.

salahkah? terlalu banyak mengeluh kah?

aku coba bertahan Tuhan.

kuatkan.

-miu

sayap, dan kupu-kupu

disini aku bersisian sebagai kupu-kupu

berawal dari keburukkan yang menjijikkan aku lahir..

tahukah saat aku mencoba berubah dan mendapatkan keindahan?

letih.. hancur.. sampai akhirnya aku terbang

di awan yang berukir aku berkuasa penuh atasku

mencoba singgah saat bunga mekar 

mencoba menari atasnya..

lalu berbagi keindahan untuknya

sesaat sayapku mekar seperti bunga itu

terbang.. membawa kasih.. lalu bahagia

setelah bunga merejang nyawa dengan layunya dedauan

akupun mati. aku mati

dalam mimpi sayap ini menggumam

“Tuhan. Kau terbangkan aku terlalu tinggi.

bunga itu habiskan nyawaku dengan harumnya”.

kematian berawal dari habisnya cinta bunga pada kupu-kupu

bukan! 

namun berawal dari usainya nafas bunga pada “sayap kupu-kupu”

terjatuh dari langit bebas Sang Penguasa

sayapnya lemah.. hancur.. lalu? ya. mati.

mendarat pada sebuah perkampungan kumuh tanpa cinta.

terinjak. lalu selesai

-miu

cinta adalah bara api yang melalap hati manusia” - kahlil gibran
first look&#8230;

first look…

kasih

kali ini aku terpaku pada sebuah sobekan kecil

sobekan yang terlihat kusam tak bearti

“cinta tak memilih saat ia terjadi”

seakan kertas itu benar. penuh siasat

ketas mengerti akan betapa menyayatnya kala itu

adilkah? usang. namun berarti saat remuk.

-miu